
Moon Ha Yeon
She will fly far way with wings so strong to be broken and a spirit too wild to be caged.

PROFILE

| Nama | Moon Ha Yeon |
| Hangul | 문하연 |
| Panggilan | Hayeon, Hayeoni |
Ha Yeon (하연) ditulis dengan hanja 夏娟. Ha (하) ditulis dengan 夏 memiliki arti musim panas. Untuk Yeon (연) ditulis dengan 娟 yang berarti cantik.
| Tempat, Tanggal Lahir | Busan, 24 Mei 1997 |
| Golongan Darah | B |
| Tinggi Badan | 165cm |
| Berat Badan | 51kg |
| Warna Rambut | Cokelat keemasan |
| Warna Mata | Hazel |
| Tempat Asal | Haeundae-gu, Busan. Korea Selatan. |
| Tempat Tinggal | Seongbuk-gu, Seoul. Korea Selatan. |
| Pendidikan | Haedong Elementary School, Haeundae Girls Middle School, Haegang High School, Korea University. |
| Pekerjaan | Creative Writer. |
FACE CLAIM
Face Claim yang digunakan Lee Geun Young dari serial weboon My Anti-fan! oleh Jaerim.CATATAN
Khusus thread INSTAGRAM yang akan lebih sering memakai visualisasi 3D, face claim yang digunakan adalah wajah WJSN - SeolA sebagai visualisasi karakter Hayeon dalam versi 3D.
(!!!) HANYA UNTUK POSTINGAN INSTAGRAM.
VOICE CLAIM
Suara karakter Hayeon menggunakan suara asli dari WJSN - Seola.Berikut sample suara yang digunakan :

PERSONALITY
Ha Yeon memiliki kepribadian yang cerah, ramah, easy going, dan friendly. Dia cukup pandai menempatkan diri sehingga tidak sulit baginya mendapatkan tempat dalam lingkungan pertemanan.Ha Yeon juga dikenal cukup pintar, karena dirinya bisa lolos di salah satu dari tiga Universitas terbaik di Korea (SKY)¹ yaitu Korea University.Tutur katanya menyesuaikan dengan lawan bicara. Dia bisa bersikap sopan, bisa juga berterus terang tanpa pikir panjang dengan apa yang dia katakan. Ceplas ceplos dan apa adanya. Ha Yeon mudah kesal, namun tidak mudah tersinggung. Dia suka bercanda, menyuarakan sesuatu yang lucu dan sangat ekspresif.Ha Yeon seringkali berprasangka buruk terhadap orang-orang terutama orang baru. Tetapi prasangka itu akan cepat berubah bila dia sudah melihat sendiri sikap orang yang ditemuinya.Semenjak kejadian yang membuatnya trauma, Ha Yeon jadi takut berkumpul di lingkungan pertemanannya. Kehidupan sosial di Korea sangat menyeramkan pada situasi tertentu, hal itu sudah diketahuinya dan untuk mengantisipasi Ha Yeon jadi menjaga jarak dengan orang-orang.Dia tipikal orang yang tertutup, tidak mudah menaruh percaya pada orang lain. Namun bila sudah percaya, Ha Yeon akan menjadi sosok yang paling setia mendampingi.Ha Yeon teliti dalam pekerjaannya, namun ceroboh dalam hal di luar lingkup pekerjaan.
1 : Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University.

STORY LINE
BAGIAN I
Moon Ha Yeon adalah anak bungsu dari dua bersaudara yang lahir dan tumbuh besar di Busan, Korea Selatan. Ayahnya bernama Moon Kang Ho dan ibunya bernama Lee Mi Sook mengelola sebuah restoran seafood sederhana di Haeundae. Kakak laki-lakinya bernama Moon Ji Hoon, berusia dua tahun lebih tua darinya. Keluarga mereka tidak bisa dikatakan kaya, tetapi terbilang berkecukupan untuk memberi makan empat anggota keluarga di rumah.Sejak kecil karena sering kali membantu orangtuanya di restoran, sifat ramah dan mudah bergaul sudah tertanam dalam diri Hayeon. Dia cukup dikenal oleh warga sekitar dan menjadi kebanggaan tersendiri untuk keluarga. Selain sangat bersosialisasi, Hayeon juga dikenal cukup pandai dalam belajar. Meski tidak selalu menjadi nomor satu, nilai akademiknya tergolong bagus. Ketika lulus dari sekolah, Hayeon diterima di salah satu universitas bergengsi di Seoul.Hayeon meninggalkan Busan dan pindah ke Seoul untuk melanjutkan pendidikannya. Hidupnya baik-baik saja selama tahun pertama kuliah. Dia juga melakukan pekerjaan sebagai penulis lepas karena hobinya yang menuangkan ide-ide lewat tulisan. Suatu saat hobinya semakin berkembang, Hayeon memfokuskan dirinya untuk menulis sebuah naskah. Dia menikmati setiap harinya ketika belajar, jalan-jalan untuk mencari inspirasi dan referensi, hingga menuliskan seluruh ide yang didapatnya demi naskah yang sedang dia kerjakan. Entah apa yang melatarbelakangi hingga Hayeon menjadikan hobinya ini sebagai cita-cita. Baginya pasti akan sangat membanggakan bila naskahnya diadaptasi menjadi sebuah drama, film dan membuat keluarga bangga ketika namanya muncul di layar televisi.
Harapan dan ambisinya semakin jauh, Hayeon nekat mengirimkan naskahnya dalam sebuah kompetisi. Saat itu keberuntungan sedang berpihak padanya, naskah perdana yang dia kirimkan berhasil memenangkan kompetisi dan mendapatkan adaptasi serial sebagai hadiah utama. Tak terbayang seberapa besar suka cita yang dia rasakan pada saat itu. Kabar dikirimkan kepada keluarga, teman dan terus berhembus hingga diketahui banyak pihak.Keberuntungan hanya berpihak sesaat padanya. Hayeon menjadi korban manipulasi, dimana karyanya yang dijanjikan untuk dijadikan drama justru digunakan atas nama penulis lain. Pemula sepertinya yang tidak memiliki uang, koneksi, status sosial dan kekuatan tentu tidak bisa melawan keputusan dari pihak berwenang. Kabar baik sudah tersebar, namun yang digembar-gemborkan tak kunjung terlihat. Hayeon dan keluarga di cap sebagai penebar omong kosong. Titel sebagai penebar kebohongan terus berkembang dan berkembang menjadi gosip yang sama sekali tidak berkaitan. Hayeon yang dibanjiri oleh pujian sebelumnya, kini justru menjadi sosok yang diremehkan atas segala kekurangannya.Menjadi bahan pembicaraan, subjek hinaan dan kekerasan verbal lainnya oleh lingkungan bukan hal yang mudah untuk dihadapi. Awalnya Hayeon masih sanggup menahan segalanya. Akan tetapi dia hanyalah manusia yang memiliki batas. Ketika fisiknya sanggup, tetapi hatinya tidak. Hal yang menjadi harapannya, yang membuatnya merasa sudah mencapai langit, kini membuatnya terjun ke bawah menembus tanah. Dia tertekan, kehilangan kepercayaan diri juga harapan untuk menjadi seorang penulis. Hayeon bahkan kehilangan semangat untuk menjalani harinya. Dia menjadi stress, melupakan identitasnya yang dikenal sebagai gadis ramah yanh pandai bergaul dan selalu merasa takut akan tatapan orang. Saat itu Hayeon memutuskan untuk mengambil cuti kuliah atas saran kedua orangtuanya. Hayeon divonis memiliki gangguan kecemasan dan fokus untuk menyembuhkan diri.
Semenjak kejadian yang menimpanya, Hayeon seringkali mengurung diri. Dia tidak pulang ke Busan karena tidak ingin kedua orangtuanya melihat kondisinya kala itu. Selama cuti kuliah, Hayeon bekerja paruh waktu sebagai penjaga mini market. Setidaknya dia memiliki satu kesibukan untuk mendistraksi pikirannya. Hayeon menjadi gadis yang semakin tertutup, tidak ingin bergaul dan merasa cemas di keramaian.Hayeon menerima uang ganti rugi untuk karyanya yang "dicuri" oleh pihak produksi. Dia terlalu enggan untuk protes, bukan karena uang melainkan karena situasi yang akan dihadapinya akan sama saja. Dia masih belum memiliki kekuatan untuk melawan pihak yang lebih berkuasa. Uang yang didapatkan dia gunakan untuk bepergian. Tujuannya adalah Jepang, tempat dimana tidak satupun orang yang mengenalnya.Selama berada di Jepang, banyak hal yang Hayeon lakukan. Untungnya memberikan perkembangan yang baik yang membuat pikirannya semakin terbuka. Dia melakukan hal yang belum pernah dilakukan, memulai hobi baru dan membuka diri untuk kembali menjalin hubungan pergaulan dengan orang-orang.Suatu hari dirinya iseng membeli sebuah tiket teater, karena dirinya sama sekali belum pernah menonton teater secara langsung. Pada saat itu menyaksikan para lakon di panggung, mendengarkan naskah yang diucapkan, dan memahami alur cerita yang disampaikan membuat hatinya terketuk lagi. Dia menyukai ini. Dia ingin menjadi bagian dari hebatnya pertunjukkan ini. Dia ingin menulis kalimat luar biasa yang ditampilkan seperti ini. Namun tetap saja, rasa percaya diri, trauma dan segala hal yang berhubungan dengan masa lalunya selalu menjadi penghalang. Hayeon terlalu takut untuk menulis lagi.Dewi fortuna kembali menghampirinya. Di negeri sakura itu dia bertemu seseorang yang memberinya dukungan. Bukan hanya itu, dorongan, inspirasi dan pelajaran yang Hayeon dapatkan dari orang itu memberinya kekuatan untuk kembali menggoreskan pena pada catatanya. Berbekal dukungan itu, Hayeon memulai kembali kegiatan yang disukainya yaitu menulis. Walau masih ada rasa takut, tetapi dia tau bahwa seharusnya dia bisa berusaha lebih keras lagi untuk melawan ketakutan itu.
BAGIAN II
Lebih dari satu tahun dirinya mendalami kegiatan menulis, Hayeon belajar untuk membuat naskah teater. Selagi belajar dia juga mulai mengirimkan tulisan-tulisannya ke berbagai koran dan majalah untuk mendapatkan penghasilan lebih. Tentunya dia menggunakan nama pena lain karena masih takut bila ada yang mengungkit kejadian masa lalu.Ketika naskah pertamanya sukses dipentaskan, Hayeon kembali menjadi dirinya yang dulu. Bahkan lingkungan pergaulannya pun menjadi semakin luas, Hayeon memiliki banyak teman dari berbagai kalangan. Dia sudah merasa cukup sukses akan pencapaiannya itu. Memiliki penghasilan dan disembuhkan dari traumanya membuatnya menjadi sosok yang jauh lebih berani untuk menghadapi lingkungan yang pernah menyakitinya dulu.Dia kembali melanjutkan kuliahnya di Seoul, dan sesekali mengunjungi Tokyo untuk pekerjaannya sebagai penulis naskah teater.
Ia berhenti mengejar mimpinya untuk menulis naskah drama. Setelah menyelesaikan kuliah, ia memfokuskan karirnya sebagai creative writer. Ia masih menulis naskah untuk teater, dan menekuni pekerjaan sebagai penulis skenario untuk acara ragam di sebuah stasiun televisi.

Hayeon's TMI
Ha Yeon memiliki hobi mengoleksi anting-anting.
Semenjak lahir hingga SMA, Ha Yeon tinggal di Busan. Sehingga saat pindah ke Seoul untuk kuliah, bahasa Korea-nya masih kental akan aksen dari Busan. Seiring berjalannya waktu, dia mulai terbiasa dengan aksen Seoul, meskipun terkadang saat terbawa suasana dia kembali menyuarakan aksen Busan-nya.
Hayeon memiliki riwayat penyakit gangguan kecemasan.
Ha Yeon menguasai bahasa Jepang, sedikit bahasa Inggris. Walaupun pengucapannya masih tidak fasih karena lidahnya tidak begitu terlatih.
Semenjak kejadian yang menimpanya saat menulis naskah drama, Ha Yeon tidak tertarik dengan drama-drama di televisi. Dia lebih suka menonton variety dan reality show.
Seumur hidupnya Hayeon belum pernah merasakan perasaan romansa baik terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Sehingga dia belum pernah berpacaran.
Ha Yeon menyukai minuman manis dan makanan pedas. Dia suka makan dan terkadang panik bila berat badannya naik.
Berat badannya mudah naik, namun cepat pula turun bila dia menginginkannya dengan cara membuat porsi diet sendiri.
Ha Yeon suka jalan-jalan. Selain untuk mencari inspirasi dan referensi, dia gemar bepergian. Sebagian besar tabungannya digunakan untuk berjalan-jalan ke luar negeri.
Karena cukup sering ke Jepang, tepatnya di Tokyo. Ha Yeon menyewa sebuah kamar setiap berada disana.
Hayeon memiliki kebiasaan mabuk, dimana dia sering salah mengenali lawan bicaranya sebagai orang lain.
Jangan mengajaknya ke karaoke, karena Hayeon tidak bisa bernyanyi. Suaranya selalu sumbang.
Memiliki seekor kucing jantan bernama Moon Ha Joon, yang dia anggap sebagai adiknya sendiri. Hajun tinggal bersama orangtua Ha Yeon di Busan.
Ha Yeon suka berjalan kaki. Selain untuk menghemat pengeluaran, dia memang tidak terlalu suka naik kendaraan. Kecuali bila jarak yang ditempuh terlalu jauh, atau dia sedang malas.
Meskipun bukan penggila kebersihan, Ha Yeon termasuk rajin membersihkan apartemennya. Dia tidak suka meninggalkan apartemen dalam keadaan kotor, dan selalu bersih-bersih sebelum keluar.

Writer's Note
PLOT
Plot dituliskan dalam Bahasa Indonesia, baik untuk detailed plot atau sekedar one-liner plot.
Plot dilakukan secara spontan, atau berdiskusi terlebih dahulu melalui DM.Diharapkan untuk tidak melakukan God Mod ataupun Metagaming dalam plot. Harap membicarakannya dulu melalui DM. Jangan sungkan untuk menegur saya apabila saya sendiri yang melakukannya baik sadar ataupun tidak.Mohon membaca penjelasan karakter Ha Yeon pada web ini sebelum melakukan plot bersama. Begitupun saya, yang akan membaca penjelasan karakter anda terlebih dulu. Jangan sungkan untuk bertanya apabila ada bagian yang membuat bingung atau ragu.RELASI
Pembahasan untuk relasi dilakukan lewat DM. Apabila karaktermu membutuhkan relasi yang sekiranya bisa diisi oleh karakter Ha Yeon, jangan sungkan untuk menghampiri saya melalui DM.
